Hari Rabu, 8 Februari 2012 M/16 Rabi’ul Awwal 1433 H Masih terus pasukan iman berhadapan dengan pasukan Rafidhah, sang pecundang. Masih terus saling menembak diantara mereka dengan peluru mortir hanya peluru mereka jatuh ke gabungan Kabilah Ahlus Sunnah dalam keadaan tidak meledak dan tidak membahayakan Mujahidin adapun peluru Mujahidin jatuh mengenai daging yang empuk dan tepat sasaran! Ini semua karena karunia Allah semata. - Orang-orang Rafidhah berusaha melakukan penyusupan ke daerah-darerah yang telah dikuasai Mujahidin pada hari perayaan maulid mereka, maka Mujahidin menghadapi mereka dengan tembakan yang mengakibatkan 4 orang Rafidhah jatuh dan tewas, ini karena karunia Allah semata.
- Juga pada selasa pagi, saudara kami dari gabungan Kabilah Ahlus Sunnah telah berhasil membunuh 3 orang Rafidhah.
- Kemarin siang, Mujahidin menembakkan meriam P 10 ke arah markas Rafidhah dan berhasil membunuh 1 orang dan 1 orang terluka dan orang terluka ini tidak mendapatkan seseorangpun yang menolong untuk mengobatinya akhirnya mati ditempat, agar supaya diketahui oleh orang-orang yang tertipu oleh Rafidhah bahwasanya orang-orang Rafidhah sama sekali tidak peduli dengan anggotanya sendiri !!!
- Juga ikhwah Mujahidin menembakkan peluru mortir dan jatuh di pos perlidungan Rafidhah yang mengakibatkan beberapa orang terkena tembakan tersebut akan tetapi tidak diketahui jumlah korbannya, segala puji dan anugerah hanya milik Allah semata, baik yang terdahulu atau yang akan datang.
Senin, 13 Rabi’ul Awwal 1433H | 17:53 wib Dari Ahmad Ibrohim (Semarang) dari Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- ” (kemarin ahad) sejak maghrib sampai kini rofidhoh serang ikhwah di hajur, 13 ikhwah gugur (menjeput syahadah). rofidhoh lebih banyak (mati), syaikh Abdul Hamid Hajuri minta do’a untuk mereka. Qunut sempat berhenti sehari semalam, lalu ancaman-ancaman rofidhoh, lalu mulai qunut lagi, setelah perampokan besar terakhir terhadap truk kami, syaikh Yahya dan Syaikh Ahmad lebih keras qunutnya. Kemarin mereka rampok truk kami di thoriq sufyan, rugi besar. Tadi Syaikh Yahya bilang pada kami semua bahwa upaya rofidhoh rebut wilayah-wilayah di hajur gagal. 70 dari mereka mati.” -selesai-
Jum’at, 11 Rabiul Awwal 1433H | 12:20 wib Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- berkata “..kemarin di kitaf perang, 1 akhi gugur, rofidhoh dengan 3 mobil dilarikan ke rumah sakit sho’dah, entah luka/mati. Sekarang di Gunung Mudawwar, rofidhoh pasan tulisan besar ” Labbaika Ya Rosululloh “..Syaikh Yahya saat dibekam oleh al-Akh Utsman bilang bahwa ada rofidhoh telpon beliau (berkata) “kami akan serang kalian selama 48 jam”. Intimidasi biasa, barang bisa masuk (dammaj), 4 mobil dari son’a mau ke dammaj dihadang rofidhoh dan bilang “kami harus periksa kalian” ikhwah jawab ” kami tak periksa kalian, maka kalian jangan periksa kami, jika kalian memaksa maka kita perang”. Maka rofidhoh bubar dan biarkan 4 mobil itu sampai ke dammaj. Alhamdulillah” -selesai-
Jum’at , 26 Safar 1433H | 07:41 wibAbu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- berkata “..hari ini (kemarin, kamis 25 shafar ;ed) perang besar di kitaf dengan senjata-senjata jarak jauh. 1 (satu) al-Akh gugur, dari pihak rafidhoh belum diketahui ” -selesai-
Rabu (Malam Kamis) , 25 Safar 1433H | 18:14 wibAbu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- berkata “..rofidhoh tambah kurang ajar, di sho’dah kantor transfer uang “aidarus” ditutup paksa dan seorang pegawainya dipukuli karena melayani transfer uang ke dammaj, mobil-mobil yang mengantar barang dagangan ke dammaj diperiksa dengan ketat, sebagiannya boleh jalan, sebagiannya ditolak. Di jalur sufyan rombongan besar yang membawa bantuan pangan dam sebagainya untuk dammaj dari seorang saudagar (kaya) dirampok rofidhoh. Di ‘Ahim kemarin perang , 60 rofidhoh mati, beberapa muslim luka.” -selesai-
Sabtu (Malam Ahad) , 21 Safar 1433H | 21:37 wibAbu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- berkata “Tadi malam 2 mobil rafidhoh serang posisi ikhwah di kitaf, terjadi baku tembak 1.5 jam, 1 akh luka,sementara 2 mobil tadi lari penuh dengan mayat dan orang luka” -selesai-
Sabtu , 20 Safar 1433H | 04:33 wib Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Alloh tahu kami ahlussunnah cinta Ilmu, kebenaran dan kedamaian. Kami ingin belajar dengan tenang sebagai warganegara yang baik, tapi pemberontak rofidhoh terus meneror orang yang mau (masuk) ke dammaj. Di kitaf rofidhoh bertekad dirikan NEGARA, dan kaum muslimin bertekad HALANGI. Perang besar hari ini (kemarin) muslimin 4 gugur -rahimahulloh-, 7 mobil lari ke sho’dah penuh mayat rofidhoh. di hajur rofidhoh ingin kuasai wilayah itu hingga pelabuhan midi agar bantuan dari IRAN bisa masuk dengan cepat. Hari ini muslimin terus hantam mereka di hajur, 4 muslimin gugur -rahimahulloh-, mayat-mayat rofidhoh banyak dan belum bisa diambil. Syaikh Yahya
terus hubungi kedua front tersebut (di Hajur dan Kitaf) lalu bercerita kepada thullab. Berita ini juga (sama) ana dapat dari Ahmad as-Samidi..dll” -selesai-
Jum’at , 19 Safar 1433H | 11:12 wib Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- berkata “kabar dari hajur untuk perang kemarin, 5 (lima) ikhwah gugur -rahimahulloh-, 24 rofidho mati, ahroqohumullohu binnar. Ana tanya syaikh yahya tentang thullab yang bilang “sudah tidak ada jihad di dammaj, mari ke kitaf”, beliau jawab “hendaknya mereka tetap disini (dammaj), disini masih ada ribath” -selesai-, memang kondisi sho’dah masih rawan, dan rofidhoh sewaktu-waktu bisa kembali. Sebelumnya Syaikh Yahya bilang “kita penuhi kebutuhan-kebutuhan kita dulu, jika telah cukup, dan mereka mau menyerang lagi, (maka) kita sambut.”-selesai-. Ana juga tanya tentang jihad melalui media massa untuk bongkar kejahatan rofidhoh di dammaj dan penghianatan mereka terhadap kesepakatan di dammaj,secara rinci. Syaikh Yahya jawab “tidak apa-apa jelaskan itu secara rinci bahwa merekalah yang menyerang dan mendzholimi kita” -selesai-.
01:00 wib Berkata Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- “rofidhoh memancing kekacauan, mereka memasang BOM-bom waktu di sho’dah hingga meledak, lalu buat selebaran yang menyudutkan ahlul dammaj dan tuduh kami langgar perjanjian, dan mereka cari-cari pembenaran untuk datang lagi (ke dammaj; ed). Pemeriksaan di sho’dah cukup ketat ” -selesai-
Kamis (Malam Jum’at) , 19 Safar 1433H | 18:46 wib Berkata Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- ” JazakAllohu khoyro, semoga Alloh muliakan pemerintah tanah air kita, mengokohkan kekuasaannya dan membimbingnya. Perang di hajur hari ini 2 (dua) ikhwah gugur, di kitaf 1 (satu) terluka, beberapa masyayikh qobilah sho’dah mulai bangkit dan berangkat ke kitaf. Allohummanshurhum..Allohumma a’inhum..Allohumma ahlik a’daahum ” -selesai-
Kamis, 18 Safar 1433H | 16:08 wib Berkata Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- “adalah Abu Malik Ali al-Baiti (dari ahlu baiti Nabi -shallallahu ‘alayhi wa sallam-), beliau adalah da’i mustafid tua dari Lahj, kepala Maktabah ‘Ammah Darul Hadits Dammaj. Beliau -semoga Alloh menjaganya- termasuk yang semangati ana berjihad lewat media massa. Beliau bercerita bahwa 2 hari yang lalu (Selasa, 16 Shafar 1433H ;ed) al-Akh Ahmad ar-Roimi dicegat rofidhi di jalur sufyan. rofidhi bilang ” he!, cukur jenggot kamu..” maka beliau jawab dengan lantang “cukurlah jenggotku di al-Barroqoh..!!”. Maka rofidhi itu terdiam..” -sebagian nukilan tidak kami tampilkan-
04:32 wibBerkata Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- “Sore tadi syaikh Yahya cerita pada kami bahwa terjadi perang sengit di hajur (nama sebuah tempat ;ed) antara muslimin dan rofidhoh. Juga cerita bahwa masyaikh kabilah-kabilah tihamam mulai bangkit perangi rofidhoh, juga menyemangati kabilah-kabilah sho’dah yang terkungkung ketakutan kerena bertahun-tahun dijajah rofidhoh. Beliau -semoga Alloh menjaganya- juga menukil berita tentang banyaknya rofidhoh yang mati di kitaf, dan tekad para ikhwah pasukan wailah habisi rofidhoh sampai gunung marron (sho’dah) “- selesai-
Rabu (Malam Kamis), 18 Safar 1433H | 18:19 wibBerkata Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- “Berita dari Kitaf: Hari-hari ini Rafidhoh tidak menyerang besar-besaran hanya menembak dari jarak jauh. Seorang ikhwan wafat -rohimahullah-.” -selesai-
Rabu, 17 Safar 1433H | 03:00 wibBerkata Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- ” Hari ini (malam rabu) Syaih Yahya mengingatkan para thullab untuk jangan tertipu ucapan-ucapan lewat telpon “kalian sudah menang”. Musuh masih banyak dan bertebaran dimana-mana. Pos-pos mereka (syiah) juga masih banyak di jalan-jalan. Barusan Akh Akrom al-Ghoitsi, tholib yang jadi narasumber berita di Dammaj untuk salah satu stasiun TV Yaman -lewat telpon- bilang bahwa kita sebenarnya masih terkurung walau zonanya agak luas. Musuh masih bertebaran tidak jauh dari Dammaj dan mempersulit orang yang mau (masuk) ke dammaj. Akh Shodiq al-Baiti cerita bahwa hari ini rombongan al-Akh AHmad al-Hadhromi yang mau pergi ke Dammaj dicegat
rafidhoh di jalur sufyan, mereka di intrograsi di Pos tersebut, saat menjawab “mau ke dammaj”, hampir mereka di keroyok para pemuda rofidhoh, tapi akhirnya dibebaskan ketua pos tersebut. Saat mobil sudah dekati Dammaj, dihadang lagi di pos rofidhoh dan dicatat (macam-macam) sehingga mengganggu kelancaran dan ketenangan. Ini persis diawal-awal pengepungan bulan dzulqo’dah 1432H. Alhamdulillah Alloh selalu jaga kami ” -selesai-
Selasa, 16 Safar 1433H | 07:19 wib 
Berkata Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- ” rofidhoh menyerang markas tentara di kitaf dengan ganas, disambut dengan berani oleh gabungan tentara pemerintahan dan pasukan ikhwah. Sebagian ikhwah melambung lewat jalur rahasia hingga bisa mengepung rofidhoh. 2 (dua) ikhwah terluka, 40-50 rofidhoh mati. Malam ini (semalam ;ed) sesuai permintaan syaikh Robi’ -semoga Alloh menjaganya-, syaikh Yahya -semoga Alloh menjaganya- menyediakan waktu ba’dal maghrib untuk Syaikh Robi’ muhadhoroh (telelink ± 25 menit ;ed) tentang keutamaan ilmu dan harapan bahwa muhadhoroh ini sarana untuk menyatukan hati. Diakhir kata Syaikh Robi’ minta Syaikh yahya berkunjung ke Saudi dan mengajar dimajelisnya Syaik Robi’ ” – selesai-
Senin, 15 Safar 1433H | 03:46 wibBerkata Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- “berita dari kitaf, pemberontak rofidhoh bergerak untuk merebut salah satu markas tentanra pemerintahan, terbaca oleh pasukan kaum muslimin dan didahului masuk markas. Para tentara menyambut baik (pasukan) muslimin dan menyerahkan TANK dan MORTIR pada mereka, lalu dipakai untuk perangi rofidhoh” -selesai-
Malam Ahad, 14 Safar 1433H | 22:26 wib Dari Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata “..sementara perang sengit di kitaf, 3 ikhwah gugur (menjemput syahadah), beberapa luka-luka, yang MATI dari pemberontak rofidhoh tak terhitung. Gas Elpiji di sho’dah menghilang sementara, harga gas di Dammaj mulai naik lagi. Alhamdulillah kami terus-menerus dalam limpahan nikmat Alloh” -selesai-
Sabtu, 13 Safar 1433H | 08:04 wibBerkata Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- ” Syaikh Yahya
dalam muhadhoroh kemarin memberika faedah tentang keutamaan ilmu dan ujian-ujian dalam menuntut ilmu, dan kita diserang bukan karena kursi dan kekayaan duniawi tapi karena ilmu yang kita dakwahkan. Pembeliaan kita terhadap dakwah ini adalah jihad, para ikhwah tinggalkan keluarganya demi berjihad bela saudara-saudara mereka, sebagian dari mereka punya pekerjaan dengna gaji besar. Mereka tinggalkan itu semua demi jihad ini,tanpa gaji dengan pemerintah dan dari siapapun. Mereka hanya cari pahala jihad dari Alloh, bahkan mencari syahadah. Sampai di kitaf bukannya tinggal di hotel, tapi di matras (pos jaga), ada yang gali lubang perlindungan lalu duduk siaga disitu ditemani panasnya siang dan dinginnya malam. Kami rindu mereka dan mereka juga rindu pada kami. rofidhoh telah menipu banyak orang, pada salah satu pertempuran di kitaf para ikhwah berhasil bunuh banyak rafidhoh, saat mayat-mayat mereka diperiksa ternyata ada anak-anak yang ikut terbunuh, dia bawa ponsel, lalu ponsel itu diangkat oleh seorang ikhwah, dan ternyata berdering. Saat dibuka ternyata ada suara ibu-ibu, ikhwah ini bertanya “ada apa bu..?” si ibu menjawab “ini adalah ponsel anakku, dimana dia ?” ikhwah tadi menjawab ” Anak ibu telah terbunuh bersama para hawatsah” ternyata ibu itu menjawab ” Semoga Alloh membinasakan
hawatsah, semoga Alloh hancurkan mereka, aku telah larang anakku untuk ikut mereka, tapi mereka pengaruhi dia. Semoga Alloh menolong kalian, semoga Alloh menangkan kalian”. lalu Abu fairuz berkata ” rofidhoh di dammaj dan kitaf bertekad sekali untuk ajak kita damai. Komandan ikhwah di kitaf ajukan syarat-syarat yang bagus untuk terjadinya perdamaian, mereka kirimkan lembaran itu padaku (
yakni Pemimpin Kaum Muslimin di Dammaj Yahya al-Hajuri ;ed) dan semua tidak menyelisihi al-Qur’an satu huruf-pun. Lalu rofidhoh menampakkan persetujuan, ternyata habis itu rofidhoh justru perkuat matras dan penuhi poin-poin yang mereka sepakati, maka perdamaian gagal. Lalu syaikh Husain Ahmar pergi tinggalkan kitaf dan temui aku hari ini (
kemarin, jum’at 12 shafar 1433H, ed), untuk selanjutnya pergi ke Saudi -semoga Alloh balas dia dengan kebaikan atas jasanya- menghentikan pengepungan rofidhoh terhadap dammaj dan memasukkan bahan-bahan makanan dan sebagainya. Tidaklah mensyukuri Alloh orang yang tidak mensyukuri manusia” berkata abu fairuz ” demikian ringkasan muhadhoroh kemarin” wallohu a’lam ” -selesai-
05:01 wib Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Alhamdulillah kiriman (ke-4) telah ana terima dan mulai ana bagikan dengan bantuan akhuna Harits al-Jabaliy. Kami ucapkan pada muhsini “JAZAKAMULLOHKHOIRO” tidaklah bersyukur pada Alloh orang yang tidak bersyukur pada manusia” -selesai-
Jum’at, 12 Safar 1433H | 19:00 wibAbu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata “Rombongan pengunjung dari berbagai provinsi datang ke Dammaj dan disambut Syaikh Yahya. Kemarin malam Syaikh Yahya ceramah bagus dan ada nasihat yang membikin air mata menetes. Beliau juga mengingatkan bahwa Rofidhoh di Kitaf melanggar janji dan siap-siap perang.” -selesai-
Kamis, 11 Safar 1433H | 9:52 wib Dari Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Abdul Qodir al-Udainiy (Bagian Pemberitaan Darul Hadits Dammaj) mengatakan ” rofidhoh di kitaf mengaku siap bayar seluruh kedzholiman mereka pada kaum muslimin dammaj” kata Syaikh Yahya pada pasukan di Wailah yang telah dominasi di kitaf “Jangan kalian lengah ajakan rofidhoh untuk damai. jangan sampai tragedia Ahlu Baqil terulang lagi” beliau mengatakan ” dulu rofidhoh ingin jajah ahlu baqil, maka terjadi perang dashsyat dan rofidhoh terdesar, lalu ajak damai. Ahlu Baqil tertipu dan mau tanda-tangan tentang damai. Saat mereka lengah, rofidhoh hantam mereka tanpa belas kasihan, lalu rofidhoh menghinakan mereka dengan sangat hina, ini sekitar 4 tahun yang lalu (1429H)” demikian syaikh yahya cerita pada kami beberapa kali. Demikian rofidhoh jika dapat kesempatan, sebagaimana kata Imam Syaukani -semoga Alloh merahmatinya- . Sungguh benar kata Syaikhul Islam ” (syiah) rofidhoh adalah kelompok yang paling pendusta di (atas) bumi
” Sunggu betul kata Ibnul Mubarok “rofidhoh bukan dari Ummat Muhammad shallallahu alayhi wasallam ” -selesai-
6:11 wib Dari Hasan (magetan) ” Alhamdulillah, untuk menghindari kejaran wartawan, ternyata para ikhwah kita mendapat perlakuan khusus langsung dari Kemenulu RI, mereka langsung diinapkan di Hotel *****, sedangkan Al-Akh Abdul Hady sudah dibawa di R.S Polri Kramat Jati. Semua biaya ditanggung penuh oleh pemerintah, hatta operasi dan pengobatan Abdul Hady ..” -selesai-
Berkata Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- ” Hasbunallohuwani’malwakiil, dulu Imam Ahmad -rahimahulloh- Fudhoil bin ‘Iyadh dan jumhur salaf berusaha memperjarang hubungan langsung dengan penguasa. Kita Ahlussunnah meyakini wajibnya memuliakan penguasa, taat dan membantu mereka dalam kebaikan, tapi kami kuatir akan tertimpa fitnah yang kami tidak sanggup memilikulnya jika sering dekat-dekat dengan mereka, Allohumma sallim sallim…” -selesai- pada 10 safar 1433H
Rabu, 10 Safar 1433H | 15:25 wibTelah mengabarkan kami dari Abu Hazim (magetan) dan Abu Ayyub (ngawi) dari Muhammad Limbory dan Khaidir (dammaj) berkata “Alhamdulillah mujahidin kita sekarang sedang bangun markiz ilmu ahlissunnah di daerah wailah yang diberi dukungan oleh Imam Darul Hadits Dammaj Syaikhuna an-Nashihul Amin Yahya, dimarkiz baru tersebut diasuh oleh murid-murid syaikhuna yahya diantaranya; Abu Hatim Sa’id Da’as dan Fathul Qodasi” -selesai-
Selasa (Malam), 10 Safar 1433H | 22:23 wibBerkata Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- “di kitaf, pasukan muslimin beri rofidhoh 2 pilihan; 1. mereka adalah masyarakat biasa, sehingga tidak boleh sok periksa orang-orang,rampok desa dsb.Maka mereka harus serahkan senjata-senjata berat mereka pada pemerintah. Nanti pasukan muslimin juga begitu. 2. Mereka merasa sebagai pemerintah yang berdaulat, jika begitu mereka harus umumkan berdirinya pemerintahan mereka,dan muslimin akan perangi mereka sampai salah satu pihak habis. Di Dammaj, rofidhoh belum mau bayar ganti rugi kejahatan mereka. Malam ini muhadhoroh syaikh lewat telepon untuk belasan ribu pasukan muslimin di kitaf.Salam”-selesai-
Senin, 8 Safar 1433H | 15:42 wibDari Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya – berkata ” Alhamdulillaah kiriman akhuna Hasan (ke-3) **** telah ana bagi-bagikan ke Mujahidin dengan bantuan al-Akh Harits, semoga kita selamat dalam tanggungjawab dihadapan Alloh. oya kemarin rofidhoh merampok barang dagangan seorang thullab yaman saat mau masuk Dammaj. Kerugian sekitar 90.000 reyal (Rp.4,5 jt). Ini mahal untuk ukuran thalib, semoga Alloh penuhi perut rofidhoh dengan api ” -selesai-
7 Safar 1433H | 21:14 wibAbu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata “Rofidhoh buat gara-gara lagi. Sore tadi datang buldozer dari arah Nuqu’ mau menguruk parit-parit perlindungan Ahlud Dammaj. Terjadi ketegangan sampai seorang penjaga memberikan tembakan peringatan.” -selesai-
17:10 wib Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata “”Mulai ada pengkhianatan. Rofidhoh menahan mobil pencari solar utk markiz. Rofidhoh juga datang dan kumpul di Nuqu’. Juga datang ke Wathon. Ini kabar dari Ali Albaiti dkk.”" -selesai-
15:43 wib 
Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata “Hari ini
Rofidhoh mau merebut markas tentara di Kitaf. Terjadi perang sengit
Rofidhoh lawan tentara.” -selesai-
09:40 wib 
Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata ” rafidhoh najis melanggar gencatan senjata di kitaf dan menyerang ikhwah, maka dihantam balik. 1 rofidhoh mati, 1 ikhwah luka ditelapak tangan ” -selesai-
Sabtu, 6 Safar 1433H | 20:12 wibDari Hasan (Magetan) dari Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata “Dammaj tenang dari tembakan. Sholat jama’ah dan durus ‘ammah masih diruang *******. Masih qunut nazilah. Hutsiyyun belum setujui untuk bayar darah yang tertumpah. Yang luka tembak atau ledakan, dari Indonesia tidak ada. Jika terkilir saat jaga/lewati parit perlindungan ada. Yang pulang dan butuh perawatan intensif al-Akh ****** dan dijemput untuk dimuliakan. Tholibil ilmi tsabit. *** -selesai-
10:06 wib Berkata Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- “Sombongnya rofidhoh ! menggeledahi orang di jalan-jalan, menuntut masyarakat tunduk dan bayar zakat pada mereka. Memang sampai hari ini mereka masih banyak di mudawwar dan shoma’. Tadi malam
Syaikh Yahya di dars ‘amm menyemangati thullab untuk jangan pergi dari dammaj meskipun keluarga menuntut, sampai jalan benar-benar aman karena musuh masih dimana-mana. Beliau juga ingatkan akan ke….” -terputus-
Jum’at, 5 Safar 1433H |14:07 wibBerkata Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- ”
Syaikh Yahya masih menunggu tandatangan dari
Abdul Malik al-Hutsiy (pimpinan rofidhoh hutsiy) untuk kesepakatan penarikan seluruh pasukannya dari Dammaj. Tapi sepertinya mereka tak ingin pergi dari gunung
shoma’ dan mudawwar selamanya. Kitaf (kattaf) masih perang, kami sedang sibuk renovasi dinding-dinding benteng al-Barroqoh yang rusak…”-selesai-
08:15 wib Berkata Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- ” Hari ini masih ijtima’ antara Syaikh Yahya dengan Syaikh Husain Ahmar karena rofidhoh ingin langgar kesepakatan. Mereka ingin tetap di mudawwar dan shoma’, dan kami bukan teroris yang gemar ancam stabilitas, bukan pula preman yang suka kekerasan. Kami ini belajar dengan tenang sebagai warga yang taat kepada Negara. Tapi musuh masih ancam keamanan.” -selesai-
Kamis, 4 Safar 1433H | 14:06 wibDari
Abu Hazim (magetan) dari Amin (Dammaj) ” Alhamdulillah, keadaan semakin membaik, banyaknya bantuan masuk, sembako, uang dll. Jalan sudah dibuka. Rofidhoh ketakutan sekali karena ahlussunnah banyak menyembelih mereka. Mereka bilang ” ..Hajuri mengirim Jin”, karena mereka melihat temannya banyak mati tidak ada luka sama sekali ” -selesai-
01:05 wib Dari Hasan (magetan) dari Pak Yoyok (dammaj) berkata “JazakAllohu khoyro, Insya Alloh sabtu (6 safar) besok sekitar 8 (delapan) orang thullab Indonesia akan berangkat ke Shon’a, mereka akan pulang ke Indonesia yang difasilitasi oleh KBRI di shon’a. Insya Alloh gratis sampai rumah, diantaranya: ********. Alhamdulillah dammaj sudah tenang kembali pasca shuluh (perdamaian). Suasana seperti lebaran, semua bisa ceria kembali, toko-toko dan pasar sudah ramai” -selesai-
Berkata Pak Yoyok (dammaj) ” Alhamdulillah semua fulus kemarin dari antum sudah bisa diambil semua dan sedang dibagikan kepada semua thullab indonesia, semoga bermanfaat untuk semua, sampaikan kepada semua muhsinin di Indonesia. JazakAllohukhyrol jazaa’ dan salam untuk mereka..” -selesai-
Berkata Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- ” Syaikh Yahya dalam dars amm bekali-kali nasehati thullab untuk tetap tinggal di dammaj. Saat 1 orang indonesia masuk ke (tempat) syaikh yahya untuk bicarakan kepulangan mereka, syaikh nasehati ”
sebaiknya jangan pergi“. Saat 1 orang (lagi) indonesia masuk minta nasehat beliau dan dia bingung pilih apa, syaikh bilang ”
terserah kamu!“. berita kepulangan sejumlah thullab indonesia membuat mujahidin yaman terpukul. Bahkan Syaikh Abu ‘Amr al-Hajuri telepon ana semangati ikhwah, ini berlaku untuk yang tidak punya udzur syar’i..”-selesai-

Rabu, 3 Safar 1433H |00:44 wib
Berkata Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- ” Di Kitaf kemarin perang sengit, 70-an rofidhoh mati, muslimin terus merambat maju. Hari ini (selasa) disana 1 sunni gugur kena sniper. Di Dammaj lajnah usir rofidhoh dari mashrohah…Wathon dan Nuqu’. Blokade di khoniq masih diupayakan terbuka total. Hari ini datang bantuan pangan dari Mahadzir. Kemarin bantuan dari Bani’, Uwair. inna ma’al usri yusro ” -selesai-
Selasa, 2 Safar 1433H |15:07 wibDari Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata “Musuh masih di gunung-gunung Dammaj,belum pergi. Kami tidak tahu makar mereka. Kami masih qunut sampai mereka pergi dari Dammaj, dan sampai Alloh menangkan mujahidin wailah yang masih bertempur di kitaf” -selesai-
09:18 wibDari Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Alhamdulillah toko-toko telah penuh barang, makanan dan sebagainya. Meski rafidhoh belum pergi dari dammaj. Mereka mundur dari matras baru di al-Barroqoh ke matras awal dekat kaki al-Barroqoh. Belum tenteram” -selesai-
Dari Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata ” gencatan senjata sepertinya memang tidak bisa diteruskan karenae rafidhoh meski tampak membiarkan -sebagian- mobil lewat untuk jual beli, mereka masih membangun matras di al-Barroqoh, meski mereka telah beberapa kali di ultimatum Syaikh Yahya karena langgar kesepakatan -seperti biasa-. Bahkan hari ini lajnah mau runtuhkan matras-matras masyarakat dammaj. Sehinggga terjadi ketegangan ” -selesai-
Ahad, 29 Muharram 1433H | 08:36 wibDari Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Harusnya semua matras
rafidhoh sudah dikosongkan, termasuk yang di khoniq, kenyataannya yang sudah mulai ditinggalkan adalah yang di nuqu’. Pos di khoniq masih ada, tapi mobil-mobil sudah bebas keluar masuk..hari ini kami bisa jalan-jalan, dan beli makanan-makanan yang berdatangan dari sho’dah. Kantor western union (wesel pos) juga sudah dapat dana segar dan ana terima” -selesai-
Telah mengabarkan dari saudara kami yang mulia
Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- bahwa Hari ini dialog segitiga antara
Syaikh Yahya,
Syaikh Husain dan Gubenur (sho’dah)
Faris Manna’. Semula Faris takut datang karena takut dibunuh di Dammaj, tapi disemangati oleh Syaikh Husain dan berkata Syaikh Husain “Syaikh Yahya
baik dan tidak seperti yang anda banyangkan”, maka berjumpahlah keduanya dengan Syaikh Yahya menjelaskan indahnya manhaj ahlussunnah terhadap pemerintah, berkata Abu Fairuz ” Lalu Syaikh (Yahya al-Hajuri) menasehati keduanya” Faris Manna’ berkata “Syaikh Yahya, anda berhak jadi presiden” syaikh menjawab “
Kursi pemerintahan bagiku lebih rendah daripada bawang, dan tidak lebih mahal daripada 1 darsku (majelisku)“, berkata syaikh Husain “Anda benar wahai syaikh (Yahya al-Hajuri) dan anda jujur, ucapan anda tidak berputar-putar” Kemudian Syaikh Husain berkata ” Yaa Syaikh Yahya, saya sekarang ingin jadi Ahlissunnah” Berkata Abu Fairuz “dari hasil dialog tersebut Faris Manna’ tampak sadar dan tunduk pada hujjah dan waqi’, rofidhoh harus pulang. Mulailah rafidhoh runtuhkan matras mereka di nuqu’ dan wathon. Jalan telah terbuka, mobil-mobil pedagang berdatangan dengan berbagai barang kebutuhan harian. Orang-orang bahagia dan bersyukur. Alhamdulillah” -selesai-
Sabtu, 28 Muharram 1433H |22:50 wibBerkata Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- “Alhamdulillah Faris Manna’ mengalah pada hujjah dan waqi’, rofidhoh mulai kemas-kemas dan runtuhkan matras sendiri di nuqu’ dan wathon. Jalur telah terbuka, mobil-mobil pedagang berdatangan dengan berbagai barang kebutuhan harian. Uang telah datang ke Wester Union (wesel pos) di dammaj, ana dipanggil untuk ambil dan sekarang uang sudah ditangan ana. Alhamdulillah. JazakAllohu khoyron” -selesai-
17:36 wibBerkata Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- “Sebelum dzuhur, Faris Manna’ (pendukung pemberontak di Sho’dah) datang memperpanjang gencatan senjata, sementara rafidhoh masih terus mendekatkan matras mereka ke matras kami. Perang diplomasi yang dialami syaikh Yahya dan para masyaikh dammaj amat berat. Semoga Alloh mempermudah perjuangan mereka dan kita semua. Kemarin (jum’at) di kitaf total rofidhoh yang mati 20, sekarang (sabtu) 100. Faris Manna’ dipercaya presiden untuk lindungi rakyat sho’dah, tapi seluruh fasilitas militer malah dipakainya untuk dukung pemberontakan rofidhoh. Dia juga memuji Muhammad al-Imam dan Buro’i.” -selesai-
02:28 wibBerkata Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- “Sungguh benar kata Syaikhul Islam “rofidhoh adalah kelompok yang paling pendusta dibumi”. Sungguh betul kata Ibnul Mubarok “rofidhoh bukna dari Ummat Muhammad -shallallahu ‘alayhi wassallam-. Sungguh tepat ijma’ ulama bahwa rofidhoh adalah kafir. Setelah terjadi penandatanganan kesepakatan dari kedua belah pihak, tetap saja rofidhoh tidak mau turun dari gunung-gunung disekeliling Dammaj, dan tidak mau buka blokade di Jalur Khoniq, sesuai dengan perjanjian. Akhirnya lajnah menaruh 10 orang tinggal di al-Barroqoh, 5 di matras kami, 5 dimatras mereka. Kami kuatir ada permainan tingkat tinggi dari Husain bin Abdillah al-Ahmar, karena barusan tersingkap dia tahun lalu beri pemberontak rofidhoh dana amat besar. 2 bulan yang lalu ternyata beberapa salafiyyun kunjungi dia untuk dinasehati agar (dia) jangan bantu rofidhoh seperti dulu. Ternyata nampak kebenciannya pada salafiyyuin. Sekarang saat pemerintah Saudi menjanjikan hadiah amat besar bagi orang-orang yang berhasil membuka pengepungan ke dammaj datanglah Husain al-Ahmar sebagai penengah yang simpatik. Kita tawakkal pada Alloh. Syaikhuna Yahya al-Hajuri suruh tetap waspada. Oya di akhir-akhir kitaf masih perang sengit. Beberapa muslimin luka, 3 rofidhoh mati. Beberapa pedagang dari salafiyyun di dammaj yang ingin ke sho’dah tetap saja di tolak rofidhoh. Tiada tembak-tembakan” -selesai-
Jum’at 27 Muharram 1433H |12:30 wib Dari Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata “JazakAllohukhoiro. Ujian akan terus menyertahi orang yang masih hidup. Moga Alloh menolong kita, oya sampai detik inirafidhoh yang dilereng al-Barroqoh masih belum pulang. Mungkin belum punya ongkos mudik / ban mobil penjemput mereka bocor. Mereka sedih harus berpisah dengan kami. Memang mereka adalah tentangga baru yang unik. Tiap hari kami disuguhi besi dan api.” -selesai-
11:34 wib Dari Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata “Alhamdulillah pagi ini jum’at bahagia. Hasil kesepakatan mulai dijalankan dengan pengawasan lajnah. Para pedagang di dammaj berangkat ke sho’dah untuk belanja. Seakan-akan kami di hari kemerdekaan atau idul fithri. Tapi tetap diperintahkan waspada. Oya ana tahu niat sebagian ikhwah itu baik saat halangi ana kasih berita pada saudara-saudara di tanah air yang amat prihatin akan penderitaan muslimin didammaj, dan amat rindu dengan perkembangan berita ikhwah di Dammaj. Hanya saja sebagian ikhwah berlebihan, saat ana masih lanjutkan amalan yang bukan dosa ini, bahkan bagian dari jihad, mereka menempuh dosa besar dengan mengghibahi ana. Akibatnya ana merasa dimusuhi mereka. Sekarang ana telah memaaafkan mereka, dan ana mohon ampun kepada Alloh atas sikap ana yang belebihan ” -selesai-
Kamis, 26 Muharram 1433H |22:19 wibDari Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata ” rofidhoh kerja keras untuk buat kami mati kelaparan dari semua sisi, tapi Alloh membalas makar mereka, sampai kini di dammaj 250-anrafidhoh mati, di kitaf 300-an mati. Seluruh ulama, raja, presiden, pers dan masyarakat dunia dipalingkan hati-hati mereka oleh Alloh untuk dukung Ahlu Dammaj dan membenci rafidhoh. Bahkan panglima zaidiyah (salah saktu sekte sesat syiah) umumkan perang terhadap rofidhoh dan telah terjadi pertumpahan darah diantara mereka. Bahkan sore ini syaikh ‘nasional’ terbesar di Yaman, Husain bin Abdillah al-Ahmar datang ke dammaj dengan pasukan tempur amat besar memenuhi lapangan barat markiz daruh hadits dammaj. Lalu datang 6 truk besar bahan pangan tanpa bisa dihalangi rofidhoh. Tercapai kesepakatan bahwa mereka akan turun dan pergi dari dammaj dan buka jalan. Ana masih ingat ucapan-ucapan Muhammad Abdul Wahhab Wushobiy,Ubaid,Abdurrohman Mar’i untuk menjadikan Syaikh Yahya
dan Dammaj terlupakan, dan Alloh membalas makar mereka. Syaikh Yahya makin harum di mata internasional, sebagai sunni yang jujur, teguh dan pemberani, dan terdzholimi. Tanpa minta dikenal, sementara masyaikh pendengki tadi makin tenggelam dan nyaris hilang” -selesai-
11:11 wibBerkata Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- ” Sebenarnya kemarin truk-truk palang merah sudah dekati dammaj dengan 1000 (seribu) karung bahan pangan, tapi ditahan rofidhoh tidak boleh masuk kecuali memberikan 1/4 untuk mereka. Palang merah bilang “tidak, ini untuk dammaj”. Setelah tiada kata sepakat pergilah truk-truk tadi dari dammaj. (Akibatnya) Tekanan berbagai pihah terhadap rofidhoh membesar. Hari ini dijanjikan truk-truk tadi akan bisa masuk dammaj dengan aman” -selesai-
10:00 wibDari Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Abul Husain AHmad al-Hajuri -semoga Alloh merahmatinya, menganungerahkan syahadah padanya- adalah orang yang tua,cinta sunnah dan benci seluruh hizbiyyah . Beliau belum menjadi seorang ulama tapi sering dapat taufiq lebih banyak dari beberapa masyaikh seperti Muhammad al-Imam (orang yang dipandang ulama oleh luqmaniyyun di Ma’bar,Yaman), Muhammad Abdul Wahhab Wushobiy, al-Buro’i, Abdulloh adz-Dzammari, Utsman as-salimi. Kemarin kiriman dana di Western Union (bantuan kaum muslimin dari Negara lain,termasuk Indonesia) di dammaj dilarang masuk oleh rofidhoh” -selesai-
00:45 wibBerkata Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- “Dulu Abul Husain al-Hajuri tiap kali adiknya (yakni Syaikh Yahya al-Hajuri) dan Darul Hadits Dammaj terancam bahaya, beliau langsung berangkat dari Hajur (desa tempat kelahiran syaikh yahya) ke Dammaj, sekarang ternyata jalur-jalur ke dammaj diblokir oleh rofidhoh, lalu dammaj dihujani mortir. Maka Abul Husain bergabung dengna pasukan Kaum Muslimin (yang sekarang sudah mencapai 10.000 ribu orang) menembus desa demi desa dari wailah hingga kitaf (kattaf) demi membebaskan dammaj. Beliau terus-terusan di garis depan sampai hari rabu tadi. Muslimin maju 3 Km, kuasai mayoritas kitaf. Yang tewas dari rofidhoh lebih dari 200 orang, dikeruk temannya dengan dengan mesin keruk besar. yang meninggal dari Kaum Muslimin 15 orang termasuk Abul Husain -rahimahulloh wa kullahum- dan gugur sebelum berjumpa dengan adiknya yang dia cintai yakni Syaikh Yahya al-Hajuri.” -selesai-
Rabu, 25 Muharram 1433H |15:53 wibBerkata Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- “Lajnah (semacam panitia) datang ke dammaj menawarkan perdamaian demi keuntungan rofidhoh seperti biasa. Kita dilarang menambah matras di Dammaj, sementara sekarang rofidhoh telah maju mendekati matras kita dipuncak al-Barroqoh. Secara teori kita nanti tidak bisa lagi jalan ke maktabah ammah atau berdiri depan rumah Syaikh Ahmad Wushobiy. Tapi Alloh tidak akan biarkan kita dibinasakan oleh Kuffar kadzdzabin itu -InsyaAlloh-. Walau mereka sejak kemarin-kemarin memang telah pakai penangkal pesawat untuk menembaki rumah ikhwah. Hasbunallohuwani’malwakil” -selesai-
13:27 wib
Berkata Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- “Saat kami dihantam haun dengan dzholim dan ngawur, kami membela diri dengan haun mazhlumin (orang yang terdzholimi) dan tembakan yang tepat karena Alloh membela mazhlumin. Jika kami diserang lagi denga dzholim kami akan kembali membela diri sebagai mazhlumin. Kebenaran ada pada bayan dan hujjah, bukan pada besarnya sorban dan jubah. BarokAllohufiykum” -selesai-
12:06 wib
Kami bertanya kepada Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- tentang Ucapak Syaikh Yahya bahwa beliau memuji Syaikh RObi, Syaikh Abbad dan Syaikh Muhammad bin Hadi, berkata Abu Fairuz
“Semalam ana dan ahlul maktabah sibuk memindahkan kitab-kitab syaikh yahya sehingga
tidak terdengar dars beliau (Syaikh Yahya)..kata Rifa’i, karena Syaikh RObi, Syaikh Abbad dan Syaikh Muhammad bin Hadi serukan untuk bantu Dammaj dengan amat serius” -selesai-
Selasa, 24 Muharram 1433H |23:28 wibBerkata Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- ” Barusan kami diminta pindah kitab Syaikh Yahya. Ternyata 1 haun agak meleset, 2 haun hantam ujung dinding ruang jemuran rumah beliau, yang ke-4 hantam atap rumah dan merusak eternit maktabah beliau. Ada 7 orang disitu, selamat semua. Alhamdulillah. Pembalasan disegerakan! Muslimin tembakkan haun ke mashrohah (lereng al-Barroqoh), sekelompok rofidhoh mati, lalu diganti kelompok lain, dihantam lagi dengan haun kaum muslimin hingga mati lagi. Demikian terulang-terulang hingga sekitar 30 dari mereka mati. Demikian kabar saksimata dari Abdin” -selesai-
16: 54 wibDari Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Jam 11:35 (15:35 wib), 1 haun menghantam atap ghurfah dhuyuf, dekat dengan rumah syaikh Yahya -semoga Alloh menjaganya-. Kami kuatir ada mata-mata rofidhoh bocorkan peta pondok. Jam 11:45 (15:45 wib) datang lagi haun amat dekat dengan rumah beliau. Kami yakin ini kerja penghianat seperti tragedi tewasnya syaikh Ali Naji 3 (tiga) tahun yang lalu. Kami akan terus menyertai Syaikh Yahya hidup/mati dalam jihad syar’i ini. InsyaAlloh sampai Robb kami memberikan keputusan antara kami dan musuh kami. Yang di hatinya ada rasa senang atas tetesan darah beliau/kami maka dia berserikat dengan pelakunya…Jam 12:05 (16:05 wib) haun ke-3 hantam dekat sekali rumah beliau -semoga Alloh menjaganya-, jam 12:10 (16:10 wib) datang lagi haun ke-4 disitu juga…cuma bisa memecah kaca maktabah, kaca sakan a’la dan tandon atas ” -selesai-
12:03 wibDari Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Kabar gembira bagi kaum muslimin, disela-sela perang sengit kemarin, saksi mata lihat 10 rofidhoh terbunuh digunung Shouma’at dan diturunkan dari gunung. Alhamdulillahiwahdah” -selesai-
09:11 wib Dari Ahmad Ibrohim (Semarang) dari Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- (ketika ditanya “Apa jadi perang besar ?”) berkata ” Kemarin (senin) 2 orang luka. Syiah tiap pagi hingga maghrib tembaki markiz dan gunung dengan sengit. Orang-orang heran kemarin setelah ashar sampai sekarang tiada tembakan. Malam tadi mereka setel lagu-lagu” -selesai-
Senin, 23 Muharram 1433H | 10: 40 wibTelah mengabarkan kepada kami, dari Abu Ayyub (ngawi) dari Fuad (dammaj) berkata “Bismillah, syaikh yahya kabarkan dalam 2 hari ini rofidhoh ancam serang dammaj dalam skala besar, mereka kerahkan senjata berat untuk serang dammaj,mereka ancam kali ini lebih besar ari 1 Muharram, hasbunalloh wa ni’mal wakiil..mohon perbanyak do’a” dan dari Abu ‘Aisyah Asnur (surabaya) dan dari Ahmad Ibrohim (semarang) dari Imron dari Abu Amin (Ambon) dari Abu Yusuf (dammaj) berkata “kemarin sore (ahad sore) syaikh yahya mengingatkan seluruh ikhwah siaga satu di mataaris mereka, karena dalam 2 hari ini syiah akan melakukan penyerangan habis-habisan, banyak-banyak do’akan kita di dammaj” -selesai-
09:38 wibBerita kemarin (Ahad, 22 Muharram 1433H), dari Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Hari ini (Ahad kemarin) perang sengit di dammaj, 1 thalib meninggal. Adik Syaikh Abdul Hamid al-Hajuri luka tertembak. 1 Haun rofidhoh hantam rumah seorang ibu tua, melukainya dan 2 anaknya. Tempat penyimpanan amunisi rofidhoh di gunung jamimah terbakar. ba’da ashar Syaikh yahya umumkan siaga satu karena tersiar kabar bahwa rofidhoh sudah putus asa dari jalur diplomasi dan media masa dan bertekad perang total dalam 2 hari ini (senin hari ini dan besok selasa). Saat sholat maghrib mereka makin gila tembakkan mortir. 2 tholib meninggal, habis isya’ senyap ” -selesai-
Kabar dari ikhwah prancis di Aloloom hari ini, bahwa Muhammad al-Hajuri -rahimahulloh- saudara dari Syaikh Hamid al-Hajuri yang kami beritakan sebelumnya tertembak telah meninggal. -semoga Alloh menganugerahkan syahadah padanya- Aamiin
Sabtu, 21 Muharram 1433H | 18:12 wibDari Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata “Sejak malam jum’at sampai sekarang masjid dan sekitarnya terus dihujani mortir dan peluru. Alhamdulillah kebanyakan dibikin Alloh meleset.Malam jum’at dini hari demi mengambil akh Abdul Ghofur -rahimahulloh- dan 2 jenazah di al-Barroqoh, muslimin menghujani posisi-posisi rofidhoh dengan peluru untuk palingkan perhatian. Alloh berkahi upaya itu, tujuan tercapai, dan rofidhoh banyak mati, Ada 1 mobil penuh mayat rofidhoh pergi tinggalkan gunung. Rofidhoh memang binatang,hari ini seorang gadis cilik 7 bulan ditembak mati oleh sniper mereka” -selesai-
08:20 wibDari Hasan (magetan) dari Pak Yoyok (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata “Kemarin malam ikhwah kita dari Indonesia ada yang terluka (al-Akh Abdul Ghofur - Lumajang) terkena tembak bagian perut sebelah kanan dan tembus kebelakang -semoga Alloh menyembuhkan sakitnya- ketika jaga digunung al-Barroqoh, karena lukanya cukup serius dan butuh perawatan intensif, insyaAlloh hari ini akan dibawa ke RS di shon’a oleh Sholib Ahmar (Palang Merah Internasional), mohon do’anya untuknya” -selesai-
Dari Abu Hazim
10:29 wib ” Malam ini
Abdul Ghofur (Lumajang) meninggal. Shubuh ini (waktu dammaj) ikhwah sedang menggali kuburan” -selesai-
Dari Abu Turob 11:13 wib ” Innaa lillaahi wainnaa ilahi rooji’uun – Alloh yarhamuhu. Banyak teman-teman kita sudah mendahului kita, Semoga Alloh menerima amal-amal kebaikan mereka semua dan mengampuni dosa-dosa mereka dan mengamankan mereka dari fitnah kubur. Betapa beruntungnya mereka yang telah menutup amalan dengan khusnul khotimah dan syahadah. Semoga Alloh azza wajalla menolong kita khotimah yang husna” -selesai-
Wahai Robb kami rahmatilah saudara kami Abdul Ghofur (Lumajang) dan Engkau anugerahkan Syahadah. -Aamiin-
Berkata Hasan (magetan) “Dammaj masih terus berkobar, Alhamdulillah bantuan muhsinin indonesia sudah diterima dan dibagi rata masing-masing ***** real”
02:36 wib 
Dari Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata “telah mengabarkan kepada kami dari Abu ‘Ashim (penulis ‘al-Wajiz fit Tauhid’) berkata “Abdurrohman asy-Syaffan yang di kitaf mengabarinya bahwa dalam pertempuran hari ini (Jum’at Malam, 21 Muharram 1433H) di kitaf, rofidhoh mengeluarkan mobil perang yang bersenjata canggih. Maka Alloh mengirimkan meteror dari langit yang menghantamnya sampai hancur” dan Telah mengabarkan kepada kami Muhammad Samidi (mas’ul hirosah) bahwa Abdul ‘Alim ash-Shilwi (mustafid ma’ruf di sini) yang ikut perang di kitaf juga mengabarkan begitu. Kejadian itu terjadi setelah datang malam” -selesai-
Jum’at, 21 Muharram 1433H | 21:43 wib 
Dari Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata “Muslimin di kitaf terus maju menyapu
rafidhoh, ada orang yang mimpi lihat Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam memegang barroqoh dan memegang so’dah.
Syaikh Ahmad Wushobi menakwilkan Ahlussunnah akan menang di Barroqoh, dan propinsi so’dah akan bersih dari rafidhoh. Sahabatku
Abu Hafsh Umar al-Iroqi (wakil mas’ul tadris) terkabul cita-citanya untuk mati husnul khotimah. Hari ini beliau gugur dipertempuran di al-Barroqoh. Selamat jalan akhil karim, semoga engkau dapatkan apa yang dilihat dalam mimpi tentang Munir dan Adam -rahimahulloh-” -selesai-
Berkata Abu Turob (bengkulu) ” Innaa lillaahi wainnaa ilahi rooji’uun. Alloh yarhamuhu, dia (Abu Hafsh Umar al-Iroqi -semoga Alloh merahmatinya dan menganugerahkan syahadah padanya) bukan guru kami, tapi teman dekat kami, dan perna jadi teman tasmi’ Abu Hazim (magetan), dia perna jadi mas’ul durus di Dammaj” -selesai-
Berkata Abu Hazim (magetan) ” Abu Hafsh Umar al-Iroqy dari Suku Kurdi teman tasmi’ ana, dia amat baik rohimahulloh, dia perna cerita kepada ana bahwa waktu Amerika menggempur iraq, ada 1 (satu) kampung dihabisi total sampai anak-anak dan wanita habis. Dan sebenarnya Amerika juga membantu pemberontakan syi’ah di Yaman.” -selesai-
Kamis, 19 Muharram 1433H | 11:47 wibDari Abu Ayyub (ngawi) dari Fuad (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata “Saudara kami Ismail (rusia) yang berencana ziaroh ke Markiz Abu Hazim (magetan) dan Salafiyyin Indonesia, Meninggal dalam pertempuran di kitaf, setelah sekian waktu belajar di Dammaj, beliau ada di shon’a, tatkala ada Seruan Jihad dari Dammaj yang dikumandangkan Syaikh kami al-Mujahid Yahya bin Aly al-Hajuri, beliau bangkit bersama salafiyyun dan para kabilah yaman yang mulia berjihad menolong dammaj dari agresi kafir rofidho. Semoga Alloh merahmatinya” -selesai-
10:02 wib Dari Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Hari rabu (kemarin) perang di Dammaj, 1 (satu) tholib dari Sudan terluka parah tapi lidahnya terus berdzikir hingga wafat -semoga Alloh merahmatinya dan menganugerahkan syahadah padanya-. Lebih dari 10 rofidhoh mati. Di Kitaf perang dasyat, beberap muslimin tewas, rofidhoh kabur tinggalkan mayat teman-teman mereka yang tak terhitung dijalan-jalan. Muslimin telah dekati Nusyur” -selesai-
09:42 wibDari Ahmad Ibrohim (semarang) dari Abu Yusuf (dammaj) berkata ” Bismillaah, ana sekarang semakin membaik, katanya PBB mau masuk ke Dammaj, pasukan mujahidin diluar semakin mendekat, terjadi pertempuran didaerah Kattaf, syiah mati 70-100 orang, kaum muslimin yang gugur cuma 1 (satu) orang, banyak ghonimah dan tawanan yang kita dapat, bukan itu saja, pasukan dari luar jalur (posisi) semakin dekat dengan dammaj. Waffaqokumulloh” -selesai-

1 – Musa (Rusia). 2 – Kamal (Rusia). 3 – Hamza (Senegal). 4 – Abdul Hakim (Perancis). 5 – Maqsum (Rusia). 6 – Yazid (Aljazair). 7 – Adam (Indonesia). 8 – Ahmad (Libya). 9 – Hisyam (Al-Hadrami). 10 – Mourad (Aljazair) 11 – Toha (Libya). 12 – ‘Adil (Pakistan). 13 – Abdul Ghoni (Aljazair). 14 – Muhammad Syaban (al-Wadi’y). 15 – Mubarok (Libya).
16 – Muhammad Amin (Indonesia). 17 – Salim (ar-Roymi). 18 – Hasan (Aljazair).
19- Musa (الشاعث )
20- Sa’ad (asy-Mury,Yaman)
21 – Adnan (at-Ta’izy,Yaman).
22 – Muhammad (القرماني)
23 – Hassan (ar-Rozihy,Yaman)
24 – Mu’adz (at-Ta’izy,Yaman)
Rabu, 18 Muharram 1433H | 11:37 wib Berkata Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- “JazakAllohu khoyron, apa mau mereka ?
kondisi kami sudah darurat diujung tanduk. Syaikh Muhammad bin Mani’ menghasung muslimin untuk bangkit menolong dammaj. Terkumpullah banyak dana
.
bilang pada beliau “Lanjutkan langkah kalian”,” jika bantuan tadi tanpa disertai syarat terima saja
” Oya muslimin di kitaf semalam maju lagi 5 (lima) km dan sekarang mengepung pasar mereka (rafidoh
)” -selesai-
00:55 wibDari Hasan (magetan) dari dari Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Afwan ternyata yang terbakar sedikit adalah kitab an-Nihayah dan Mukhtarush Shihah. Oya hari ini muslimin di Kitaf berhasil merebut Mobil yang dipasang di atasnya senjata berat ” -selesai-
00:50 wibDari Hasan (magetan) dari Abu Usamah (Malaysia) dan Abu Zaid Nazif bin Ishaq (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata ” ..semalam kami telah menggunakan senjata besar yaitu Hawn (meriam katak). Alhamdulillah dengan pertolongan Alloh peluru hawn kita jatuh dekat tempat yang kami kehendaki dan kami dengar 8 (delapan) orang terbunuh dari si Anjing-anjing neraka itu, dan di qofilah diantara mereka mati sekitar 100 orang
rofidhoh. Nasalulloh ayyazidlana nushrun min i’ndillah” -selesai-
Selasa, 17 Muharram 1433H | 21:30 wibDari Hasan (magetan) dari dari Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Setelah dzuhur rofidhoh menembak ke maktabah lagi. membakar ujung kitab Lisanul Arob, lalu padam. Oya W.U (western union) masih kehabisan uang¹ sehingga ana belum bisa ambil. Tapi mereka jamin” -selesai-
¹ hari ini merupakan hari ke-2 sejak muhsinin di Indonesia mengirimkan dana untuk membantu saudara-saudaranya di Dammaj. semoga Alloh mudahkan urusan mereka di Dammaj.
17:58 wib
Dari Hasan (magetan) dari dari Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- berkata “Tadi malam perang 2 kali di Kitaf. 12 rofidhoh tewas dan 3 muslimin gugur. Hari ini rofidhoh nembaki Dammaj, 2 luka. 1 peluru besar memecahkan jendela maktabah. Kabarnya utusan PBB mau datang.” -selesai-
11:12 wib Berkata Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- ”
Syaikh Yahya telah memanggil para saudagar dan seluruh lapisan muslimin untuk bangkit menghadang kejahatan rafidhoh dengan apa saja yang mereka miliki dan mengingatkan mereka bahwa menolong saudara mereka yang sedang didzholimi itu adalah wajib, dan tidak boleh membiarkan saudaranya terlantar saat butuh bantuan. Para ahlul bathil menggencarkan media massa untuk memutar balikkan fakta, maka Syaikh Yahya juga menggencarkan pelurusan berita lewat media masa, melayani para wartawan dan orang-orang TV tanpa mau diambil gambarnya. Para
mustafidun juga jadi narasumber surat kabar dan beberapa stasiun TV terhadap perkembangan-perkembangan kejahatan Rafidhoh terhadap Dammaj. Syaikh
Abu Amr al-Hajuri dan Ahlu Maktabah menghibur dan menyemangati ana untuk terus berjihad melalui media masa seperti yang telah ana jalani. Oya termasuk pemutarbalikan fakta rofidhoh yang terakhir adalah mereka menyebarkan ke dunia bahwa kami yang menyerang mereka. Ini bohong besar! Pemberontak mengepung kami lebih dari 2 (bulan), menghalangi kami dari makanan, minuman, obat-obatan dan sebaginya, lalu masuk dan makin mempersempit wilayah kami sambil menembaki kami dan membunuhi saudara dan saudari kami, Maka tashorruf saudara-saudara kami yang masih hidup adalah sekedar membela diri dan upaya mengambil hak hidup dan merdeka diwilayah sendiri” -selesai-
10:43 wib Dari Hasan (magetan) dari dari Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- berkata ” barusan ana dialog dengan
Syaikh Abu Amr al-Hajuri beliau bilang insya Alloh jalan keluar telah dekat. Kita tidak tawakkal pada jumlah yang banyak. Kemenangan datang dari Alloh. Tapi kita senang bahwa para ikhwah dari wailah telah makin dekat.
Mayat-mayat rofidhoh di kitaf terbuang di jalan-jalan bagai ANJING. begitu kata beliau” -selesai-
00:01 wib Dari Hasan (magetan) dari dari Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Hari ini sesuai perintah Syaikh Yahya kami mulai urus pemindahan kitab-kitab maktabah karena rofidhoh makin gila nembak sana sini pakai peluru penembus batako. Sholat jama’ah dan durus ammah telah lama pindah ke ruang *******. Hati kami tetap tentram dalam naungan Alloh, rofidhoh makin setress karena kalah terus saat berhadapan dengan hamba-hamba Alloh yang terkepung terdzholimi dan dibikin kurang makan, listrik, obat dan sebagaimya tapi sabar. Hari ini yang tewas 2 thallib, dan lebih dari 12 rofidhoh. Syaikh Yahya menyeruh seluruh kabilah, tentara, pedagang dan sebagainya untuk bangkit” -selesai-
Senin, 16 Muharram 1433H | 09:55 wib Dari Hasan (magetan) dari dari Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Oya kata Imam asy-Syaukani -semoga Alloh merahmatinya- bahwa rafidoh amat jahat, memang benar. Kemarin mereka menghujani ma’had (pondok) dengan tembakan hingga merusak listrik, dapur dan yang lainnya, Alhamdulillah ibadah jalan terus” -selesai-
03:50 wibDari Hasan (magetan) dari dari Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- berkata ” di Kitaf barak militer pro pemerintah bersatu dengan pasukan sunni dan pasukan kabilah menghancurkan pasukan rafidoh. Total tewas 70 (tujuh puluh) dari rafidhoh, 3 (tiga) dari Sunni. Di Hajur (nama sebuah desa) pasukan rafidhoh juga hancur. Seperti biasa jika mereka merasa mau kalah, mereka ajak damai. Pimpinan pasukan Hajur buat syarat: Tiada 1 pun rafidhoh yang boleh tinggal di Hajur.” -selesai-
Ahad, 15 Muharram 1433H |10:00 wib Dari Hasan (magetan) dari dari Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- ” Rafidhoh memang luar biasa jahat!, Wajah para thullab yang meninggal itu dirusak oleh mereka sebelum dipulangkan ke kami.” -selesai
09:00 wibDari Hasan (magetan) dari Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata ” JazakAllohu khoyron, ana relatif sehat. Kemarin rofidhoh menembaki jaringan telepon hingga putus. Urusan internet dan Wester Union (wesel pos) sepertinya jadi semakin susah. Ana pastikan dulu”
Dari Abu Hazim
(magetan) dari Pak Yoyok (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Semalam ± 17 (tujuh belas) jenazah ikhwan yang gugur -semoga Alloh menganugerahkan syahadah pada mereka- dalam peperangan 4 hari yang lalu, jenazah Adam (Indonesia) ada,sedangkan jenazah Amin (Indonesia) baru pagi ini akan diambil karena lokasi yang sulit. Yang lain dari al-Jazair,rusia,perancis,libya,amerika,inggris dan yaman. Rata-rata ‘Ajam (bukan orang Arab), diperkirakan semua nantinya 21/23 jenazah.
Sepertinya (kondisi jenazah) mereka disiksa sebelum dibunuh” -selesai-
01:18 wibDari Hasan (magetan) dari ABu Faruz
(dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Malam ini dammaj
berduka dengan datangnya 16 (enam belas) jenazah thullab yang berhasil dievakuasi dari al-Barroqoh. Hari ini perang dahsyat di Kitaf antara Muslimin dan rafidhoh
. 25 (dua puluh lima) rafidhoh mati”
Sabtu, 14 Muharram 1433H |
11:07 wibDari Ahmad Ibrohim (semarang) dari Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Alhamdulillah Alloh jaga dakwah salafiyyah dan salafiyyun, terus-terusan rofidhoh terbunuh dan mayatnya dibawa ke kota sho’dah, jum’at sore 40 tentara datang bawa aneka bantuan untuk kami…” -selesai-
Jum’at, 13 Muharram 1433H |
21:47 wibDari Abu Hazim (magetan) dari Pak Yoyok (dammaj) berkata ” Jenazah Amin (Ambon) sudah diketahui, ada dilereng bukit sebelah utara al-Barroqoh, kumpul sama jenazah Mubarok (Libya), tapi belum ada yang bisa ambil, kuatir ditembaki syi’ah. 2 hari lalu orang-orang dammaj ada yang berusaha mengambil kena tembak langsung meninggal disitu juga, tentang jenazah Adam (Ambon) dan beberap thullab lainnya belum diketahui sampai sekarang. Ba’da Ashr (waktu dammaj) tenang, *********” -selesai-
Wahai Robb kami, anugerahkan saudara kami yang wafat mempertahankan AgamaMu dan membela dirinya dari kekejaman Musuh-Mu, Musuh Para Shahabat Nabi-Mu dan Musuh Kaum Muslimin seluruhnya untuk mendapatkan gelar Syahadah ! Amiin..
19:06 wibDari Ahmad Ibrohim (semarang) dari Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- ” kini orang-orang kafir itu nembaki musholla nisa’. Kaca-kaca pecah, dinding batako jebol, atap ruang makan lobang-lobang besar. Tiada yang luka. Kami tidak akan lari sampai mati, InsyaAlloh” -selesai-
Kamis, 12 Muharram 1433H | 13:46 wib